font

time

Senin, 29 November 2010

Kenapa tidak Berhijab????

Tak bisa dipungkiri lagi, banyak muslimah yang masih bangga dan tanpa malu-malu mempertontonkan auratnya karena tak mampu melawan tipu daya dan pesona dunia, sehingga takhluk di hadapan nafsu yang menjadi rajanya. Mereka masih terbelenggu rasa ragu-ragu untuk membuat perisai untuk menangkal serangan lawan misalnya dengan cara berhijab yaitu menutupi seluruh tubuh dengan pakaian muslimah kecuali wajah dan telapak tangan. Pesan ini ditulis sebagai pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yang tertidur sehingga mengembalikan segenap muslimah yang belum menaati perintah berhijab karena sudah semestinya sesama muslim harus saling mengingatkan karena kita adalah saudara. Allah berfirman dalam QS. Al Ahzab: 59, “…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demekian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu….”.

Ini menjadi bukti bahwa berhijab hukumnya fardhu ‘ain untuk meminimalisir melonjaknya tingkat pelecehan terhadap kaum hawa karena wanita yang memperlihatkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya lebih berpotensi untuk diganggu orang-orang jahat karena telah membangkitkan nafsu seksual yang terpendam. Lalu apakah alasan yang menghalangi mereka untuk berhijab????

1. BELUM MANTAP
Ungkapan tersebut bisa dikatakan logis jika yang memerintah adalah manusia yang bisa salah dan bisa benar tetapi yang jadi permasalahan adalah perintah tersebut berasal dari Tuhan, sehingga tak ada alasan untuk mengatakan “Saya belum siap!”. Karena hal tersebut bisa menyeretnya keluar dari agama Allah tanpa disadari, karena sudah tidak percaya dan meragukan perintah Tuhan.
“…Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (Al Ahzab:36). Lalu mengapa anda beriman kepada sebagian dan tidak beriman kepada sebagian yang lain, padahal sumber perintah adalah satu. Sebagaimana shalat adalah kewajiban, demikian pula dengan hijab juga wajib dan tidak diragukan adanya dalam firman Tuhan.
“…Apakah kamu beriman sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”(Al Baqarah:85). Juga dalam hadist Shahih, “Sesungguhnya penghuni neraka paling ringan adzabnya pada hari kiamat ialah orang yang diletakkan di tengah kedua telapak kakinya 2 bara api dari 2 bara api ini otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang dalam kobaran api”.
Jika itu merupakan adzab paling ringan, bagaimanakah adzab paling pedih sebagaimana disebutkan bagi orang yang beriman setengah-setengah???
Apakah demi dunia lalu anda rela menjual akherat dan siap menerima adzab yang pedih???

2. IMAN ITU LETAKNYA DI HATI
Asal anda tahu bahwa iman bukan hanya keyakinan dalam hati, melainkan juga mengucap dengan lisan dan mengaplikasikan dalam perilaku. Orang yang mengatakan iman dengan lidahnya tapi tak disertai keyakinan hatinya maka adalah orang munafik, begitu juga sebaliknya. Orang yang beriman hanya dalam hatinya tapi tidak disertai amalan yang sesuai. Contohnya iblis, dia percaya kekuasaan Allah dan percaya adanya hari kiamat tapi tidak beramal dengan anggota tubuhnya.
Terus apakah anda mau jika disamakan dengan iblis???
Dalam Al-Qur’an setiap disebutkan kata “iman” selalu disertai dengan “amal shalih” karena amal selalu beriringan dan merupakan konsekuensi iman, sehingga keduanya tak dapat dipisahkan.

3. BELUM MENDAPAT HIDAYAH
Sungguh anda yang berdalih seperti ini telah terjerumus dalam kekeliruan yang nyata. “Bagaimana anda tahu bahwa Allah belum memberi hidayah???”
Hidayah hanya diberikan kepada orang yang memenuhi panggilan-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Setelah anda berikhtiar semaksimal mungkin misal dengan mendengarkan tausiah dari ustadz, membaca buku agama maupun berteman dengan teman yang shalihah karena Allah hanya memberi hidayah kepada orang yang meminta petunjuk semata.
“Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah akan menambah petunjuk pada mereka dan memberikan kepada mereka, balasan ketaqwaannya” (Muhammad:17). Maka jika anda lebih memilih kebatilan dengan ego anda sendiri maka Allah juga akan menambah kesesatan dan mengharamkannya mendapat hidayah. “…Barang siapa yang berada dalam kesesatan maka biarlah Tuhan Tuhan Yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya….” (Maryam:75) dan juga, “…maka tatkala mereka berpaling, Allah mealingkan hati mereka” (Ash Shat:5). Yang namanya hidayah bukan untuk ditunggu tetapi untuk dicari sebab-sebab yang mendatangkan hidayah itu sendiri diantara usaha itu ialah berdo’a, memilih teman shalihah, mendengarkan ceramah agama,dll.
Tetapi sebelum melalkukan itu hendaknya anda meninggalkan hal-hal yang menjauhkan dari jalan hidayah, salah satunya adalah tidak melihatkan kemolekan tubuh dan membuka aurat.

4. MENUTUPI KECANTIKAN
Kepercayaan ini tak hanya memonopoli para akhwat tapi juga orang tua, sehingga mereka melarang anak putrinya memakai hijab. Mungkin anda menganggap unsur kecantikan adalah yang paling penting tetapi bagi laki-laki yang shalih tak akan menomorsatukan kecantikan fisik semata tetapi lebih pada kecantikan akhlak dan perilakunya. Karena laki-laki tersebut beranggapan bahwa wanita yang berani melanggar perintah-Nya seperti halnya hijab, tidak menutup kemungkinan akan berani melanggar perintah-Nya yang lain.
“…Sesungguhnya hamba sahaya yang hitam lebih baik asal ia beragama.” (HR. Ba’i haqi) ini menunjukkan bahwa nabi SAW pun lebih menghormati seorang budak yang beragama daripada wanita bangsawan yang cantik jelita namun tidak menaati perintah agama karena beliau menganggap bahwa wanita yang shalih adalah sebaik-baik harta benda di dunia.

5. MASIH BANYAK DOSA DAN SIKAP BELUM SESUAI
Sungguh opini yang terdengar bodoh, justru dengan tidak berhijab malah akan menambah dosa dan semakin tersesat dalam lubang kehinaan. Yakinkan pada diri anda bahwa setelah anda berhijab maka secara otomatis anda akan bisa meminimalisir perbuatan dosa sehingga tanpa disadari bisa mempengaruhi perilaku dan sikap anda agar bisa menjauhi dosa dan sikap tak sesuai dengan syari’at agama. Sadarilah, dewasa ini banyak wanita muslimah memakai pakaian minim dan transparan sehingga memperlihatkan lekuk tubuh dengan tanpa malu-malu.
“…wanita-wanita mereka berpakaian tapi telanjang, laknatlah mereka! Sungguh mereka wanita-wanita terlaknat”(HR. Ahmad).
Rasulullah memerintahkan setiap muslim agar melaknat tipe wanita yang memakai pakaian tetapi dia menyerupai orang telanjang sehingga membangkitkan birahi laki-laki yang memandangnya. Sungguh saya tidak menginginkan selain kebaikan “fiddunya hattal akhiroh” bagi anda. Semoga Allah mengisi hati anda dengan cahaya-Nya yang tak pernah padam sehingga anda terbebas dari tawanan hawa nafsu dan bebas menuju alam kesucian lahiriah maupun bathiniah.

6. MASIH MUDA
Sungguh mengherankan wanita yang belum berhijab dengan dalih masih muda dan belum waktunya untuk berhijab. Apa anda dapat menjamin umur ini panjang beberapa saat lagi??? Padahal hal tentang kematian maupun usia hanya hak Allah semata. Kapanpun dan di manapun ajal pasti akan menjemput tak memandang tua muda, sehat atau sakit, bahkan bayi yang masih menetek di pangkuan ibunya sekalipun. Sungguh jika anda merenungkan terjadinya kematian, siksa kubur dan adzab neraka pastilah anda tidak akan bisa tertawa dan akan terus menangis. Karena Rosul SAW pernah bersabda bahwa penduduk terbanyak di neraka adalah kaum wanita itu disebabkan karena wanita tidak bisa menjaga lisan, perilaku, dan busana.

Rasanya pesan tersebut sudah cukup sebagai bahan perenungan dan sebagai wujud perlawanan terhadap “ghazwuts tsaqawi” atau perang budaya dan pemikiran yang telah menjadi alternatif bagi kaum kafir yang tak henti-hentinya berusaha meruntuhkan pondasi keimanan orang-orang mukmin. Pesan ini ditulis dengan tujuan mengembalikan kemurnian ajaran islam. Saya tidak memaksa anda yang belum berhijab untuk mengikuti ajakan saya tetapi sungguh saya berharap agar Allah membukakan mata hati sehingga anda bisa berpikir jernih karena semua keputusan berada di tangan saudari semuanya. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Amien…. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar